
Purwodadi — Apel pagi bukan sekadar rutinitas kedinasan, tetapi juga ruang untuk menumbuhkan nilai kebersamaan, tanggung jawab, dan kesadaran peran sebagai abdi negara. Hal ini tercermin dalam apel gabungan di lingkungan Sekretariat Daerah (Setda), Bappeda, BPPKAD, dan Satpol PP Kabupaten Grobogan, Senin (14/7/2025), yang dipimpin langsung oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda, Heru Dwi Cahyono.
Dalam arahannya, Heru menyampaikan sejumlah hal penting, salah satunya terkait tindak lanjut atas Surat Edaran Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN, Wihaji, melalui SE Nomor 7 Tahun 2025 tentang Gerakan Ayah Mengantar Anak di Hari Pertama Sekolah.
Gerakan ini bertujuan mendorong keterlibatan aktif ayah dalam pengasuhan, terutama pada momen emosional seperti hari pertama anak masuk sekolah. Menurut Menteri Wihaji, kehadiran seorang ayah dalam momen tersebut dapat meningkatkan rasa percaya diri dan kenyamanan anak, serta memperkuat kedekatan emosional dalam keluarga.
“Harapannya, ada keseimbangan dalam pola pengasuhan sehingga para bapak juga ikut berkolaborasi dan memiliki porsi yang setara dalam membesarkan anak-anak kita,” ujar Heru.
Dari isu keluarga, Heru kemudian mengaitkan peran ASN dalam konteks yang lebih luas. Ia menekankan pentingnya membangun kesadaran spiritual dalam menjalankan tugas pemerintahan. Menurutnya, pekerjaan sebagai aparatur tidak semata bersifat administratif, melainkan merupakan bagian dari pengabdian yang memiliki nilai ibadah.
“Apa yang kita kerjakan bermuara pada pelayanan masyarakat dan pembangunan daerah. Maka mari kita niatkan semuanya sebagai ibadah kepada Allah,” pesannya.
Ia menambahkan bahwa berbagai penelitian menunjukkan spiritualitas dalam bekerja dapat meningkatkan kinerja organisasi hingga 60–80 persen. Karena itu, memperkuat aspek spiritual bukan hanya membentuk pribadi yang tangguh, tetapi juga berdampak positif pada kinerja kolektif birokrasi.

Selain menyentuh sisi emosional dan spiritual, Heru juga menyampaikan pesan konkret tentang pengembangan kapasitas ASN. Ia mengutip arahan Sekda Grobogan, Anang Armunanto, yang menekankan pentingnya penguatan knowledge, dan skill sebagai kunci keberhasilan karir aparatur.
“Ilmu bisa diperoleh melalui pendidikan formal maupun nonformal. Yang belum S1 silakan lanjutkan, yang sudah S2 bisa bersiap ke S3. Selain itu, teruslah mengikuti pelatihan, seminar, dan memperbarui pemahaman terhadap regulasi terkini,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan bahwa dinamika global saat ini menuntut kesiapsiagaan dan adaptabilitas tinggi. Ketidakpastian ekonomi dunia, dampak perang dagang, hingga pemberlakuan regulasi nasional seperti KUHP pada 2026 adalah tantangan nyata yang harus direspons dengan kecakapan dan wawasan yang terus diperbarui.
“Meski dampaknya tidak selalu langsung terasa, kita semua adalah bagian dari ekosistem ekonomi global. Maka, perkembangan geopolitik dan regulasi baru akan memengaruhi ruang gerak kebijakan dan layanan kita,” tambahnya.
Melalui apel ini, Heru tidak hanya mengingatkan pentingnya kinerja birokrasi, tetapi juga mengajak seluruh ASN untuk terus bertumbuh dalam semangat belajar, menjadi teladan di keluarga, serta bekerja dengan ikhlas dan penuh tanggung jawab.
Pada akhirnya, birokrasi yang tangguh bukan hanya ditentukan oleh efektivitas sistem, tetapi juga oleh kualitas sumber daya manusianya—mereka yang bekerja dengan integritas, kasih sayang, dan kesadaran mendalam akan makna pengabdian, baik di kantor maupun di rumah. (jsa)