(Dok. Dinas Kesehatan)
Purwodadi— Di tengah upaya peningkatan kualitas hidup, prinsip kesehatan lingkungan selalu menjadi fondasi bagi kesejahteraan masyarakat. Prinsip ini kembali menegaskan relevansinya setelah Kabupaten Grobogan mencatatkan dua prestasi bergengsi di tingkat nasional di bidang sanitasi dan kesehatan lingkungan.
Pada Selasa (2/12/2025), Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Grobogan melalui Dinas Kesehatan menerima dua penghargaan dari Kementerian Kesehatan RI: predikat Kabupaten/Kota STBM (Sanitasi Total Berbasis Masyarakat) Kategori Madya serta Swasti Saba Padapa untuk Kabupaten/Kota Sehat.
Prestasi ini bukanlah capaian instan. Bagi Pemkab Grobogan, hasil ini adalah gambaran bahwa upaya panjang membangun perilaku hidup bersih—yang telah dimulai sejak tahun 2016, saat Kabupaten Grobogan berhasil meraih penghargaan ODF (Open Defecation Free)—benar-benar mulai mengakar di tengah masyarakat.
Capaian STBM Kategori Madya, misalnya, diberikan berdasarkan konsistensi daerah dalam menerapkan lima pilar sanitasi: berhenti buang air besar sembarangan, membiasakan cuci tangan pakai sabun, memastikan pengelolaan air minum dan makanan rumah tangga, serta meningkatkan pengelolaan sampah dan limbah cair. Peningkatan perilaku ini dinilai menjadi faktor penting, termasuk keberhasilan program jambanisasi yang memperbaiki akses sanitasi warga.
Sementara itu, predikat Swasti Saba Padapa—yang diraih untuk kedua kalinya setelah capaian tahun 2023—menegaskan bahwa berbagai tatanan penilaian telah berjalan secara berkelanjutan. Kedua penghargaan tersebut secara kolektif menandai konsistensi pelaksanaan lima pilar STBM dan sembilan tatanan Kabupaten/Kota Sehat yang selama ini dijaga bersama.
(Dok. Dinas Kesehatan)
Keberhasilan ini merupakan bukti kolaborasi lintas sektor. Ini terwujud berkat perubahan perilaku warga yang menjadi kunci keberhasilan. Perubahan mendasar, seperti menghentikan kebiasaan buang air besar sembarangan, membiasakan cuci tangan pakai sabun, serta mengelola sampah rumah tangga dengan lebih baik, menjadi faktor utama yang memperkuat pencapaian tersebut. Melalui capaian ini, pemerintah daerah melihat bahwa budaya hidup bersih tidak hanya terbentuk dari program, tetapi juga dari kepedulian masyarakat terhadap lingkungan terdekat mereka.
Peran pemerintah desa, tenaga kesehatan, dan unsur lintas sektor juga memberi sumbangan besar dalam menjaga berjalannya sembilan tatanan Kabupaten/Kota Sehat. Penghargaan ini menjadi pengingat bahwa perubahan kecil yang dilakukan setiap hari dapat membawa manfaat yang sangat luas bagi kualitas hidup Grobogan.
Pemkab Grobogan berkomitmen menjadikan penghargaan ini sebagai motivasi, dan akan terus melanjutkan langkah berkelanjutan di bidang kesehatan lingkungan. Hal ini termasuk integrasi edukasi, penguatan layanan, dan koordinasi antarinstansi. Komitmen ini diarahkan agar kualitas lingkungan dan kesehatan keluarga di Grobogan terus meningkat dan menjadi bagian penting dari pembangunan yang berpihak pada warga. Dengan semakin menguatnya kebiasaan hidup bersih, manfaatnya diharapkan dapat membentuk generasi yang lebih sehat dan daerah yang lebih tangguh untuk masa depan. (jsa)