Menjemput Tiga Abad Grobogan: Refleksi Sejarah dan Ikhtiar Berbagi Bersama Warga

WhatsApp Image 2026 02 05 at 11.10.42
PURWODADI — Tiga ratus tahun bukan sekadar hitungan usia bagi sebuah daerah. Di dalamnya tersimpan perjalanan panjang sejarah, dinamika pembangunan yang terus bergerak, serta harapan warga yang tumbuh dari generasi ke generasi. Menyongsong usia ke-300 tahun pada 4 Maret 2026 mendatang, Pemerintah Kabupaten Grobogan memilih menjadikan momentum ini tidak semata sebagai perayaan, melainkan ruang refleksi untuk memperkuat kebersamaan dan ikatan sosial di tengah masyarakat.

Semangat tersebut tercermin dalam Surat Edaran Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Grobogan Nomor B/400.14.1.1/126/SETDA/2026 tertanggal 4 Februari 2026. Melalui edaran itu, Sekda Anang Armunanto mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memaknai tema “Nyawiji Mbangun Deso Noto Kutho” (Bersatu Membangun Desa Menata Kota).

Pesan ini diinstruksikan untuk diteruskan secara berjenjang dari Camat hingga ke Lurah dan Kepala Desa, memastikan ajakan tersebut sampai ke setiap sudut wilayah. Tema ini dihadirkan sebagai ajakan untuk saling menguatkan, menegaskan bahwa pembangunan Grobogan hanya dapat berjalan ketika desa dan kota, pemerintah dan warga, bergerak seiring dan saling menopang.

Kesederhanaan yang Menyatukan

Dalam menyambut hari jadi, suasana lingkungan diharapkan tampil lebih rapi dan semarak, baik di wilayah perkotaan maupun pedesaan. Namun demikian, pendekatan yang ditempuh tetap mengedepankan kesederhanaan. Sekretaris Daerah mengimbau pemasangan umbul-umbul, lampu penjor, atau dekorasi lingkungan dilaksanakan mulai 6 Februari hingga 6 Maret 2026.

Untuk menjaga keharmonisan visual tanpa kesan berlebihan, tiang penyangga umbul-umbul diimbau dicat putih sebagai simbol kerapian dan kesetaraan. Sementara itu, sebagai wujud kecintaan terhadap Tanah Air, Bendera Merah Putih akan dikibarkan satu tiang penuh secara serentak pada 2 hingga 5 Maret 2026.

WhatsApp Image 2026 02 05 at 11.10.42 1

Menghormati Akar Sejarah

Rangkaian peringatan tiga abad Grobogan juga dimaknai sebagai momentum menengok kembali akar sejarah daerah. Kegiatan diawali dengan Ziarah Makam Leluhur dan Mantan Bupati, sebagai bentuk penghormatan kepada para pendahulu yang telah meletakkan fondasi perjalanan Kabupaten Grobogan.

Napak tilas sejarah kemudian dihadirkan melalui Kirab Boyong Grobog pada Selasa, 3 Maret 2026. Prosesi dari Kecamatan Grobogan menuju Pendapa Kabupaten ini dihadirkan kembali untuk merawat ingatan kolektif, sekaligus mengenalkan generasi muda pada asal-usul dan nilai sejarah daerahnya.

Ikhtiar Meringankan Beban Warga

Pemerintah Kabupaten Grobogan menyadari bahwa tantangan ekonomi masih dirasakan oleh banyak keluarga. Oleh karena itu, peringatan tiga abad ini diupayakan tidak berhenti pada seremoni, tetapi menghadirkan manfaat nyata yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

Fokus kegiatan diarahkan pada pelaksanaan Pasar Murah yang digelar di tujuh kecamatan pada delapan lokasi berbeda, mulai 9 Februari hingga 12 Maret 2026. Selain itu, Gerakan Pangan Murah juga akan diselenggarakan di Halaman Sekretariat Daerah pada 3 Maret 2026. Langkah ini menjadi bagian dari ikhtiar pemerintah daerah dalam membantu menjaga ketersediaan kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau bagi warga.

Ruang Syukur dan Apresiasi

Puncak peringatan Hari Jadi ke-300 Kabupaten Grobogan akan ditandai dengan Upacara Peringatan pada Rabu, 4 Maret 2026, pukul 07.00 WIB di Alun-Alun Purwodadi. Upacara ini dilaksanakan sebagai wujud rasa syukur atas perjalanan panjang Kabupaten Grobogan sekaligus pengingat akan tanggung jawab bersama dalam melanjutkan pembangunan ke depan.

Rangkaian peringatan tidak berhenti di awal Maret. Ruang publik juga dibuka sebagai wahana apresiasi budaya dan penguatan spiritual masyarakat. Pada Kamis malam, 2 April 2026, Alun-Alun Purwodadi akan menjadi tempat pagelaran Wayang Kulit sebagai ekspresi pelestarian nilai budaya lokal. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan Grobogan Berdzikir pada 12 April 2026 sebagai ikhtiar memohon keberkahan dan kebaikan bagi daerah.

Sebagai penutup rangkaian, pada 17–19 April 2026, Alun-Alun Purwodadi akan menjadi etalase bagi pelaku usaha lokal melalui Festival Kuliner dan Semarak KaTa Kreatif. Harapannya, di usia yang ke-300 tahun ini, Kabupaten Grobogan tidak hanya menoleh pada sejarahnya, tetapi juga terus berbenah dalam menghadirkan pelayanan yang semakin dekat, adil, dan dirasakan manfaatnya oleh seluruh warga. (jsa)

📥 TAUTAN UNDUH LOGO & DESAIN SPANDUK Masyarakat dan instansi dapat mengunduh materi publikasi resmi (Logo 300 Tahun, Desain Umbul-umbul, dan Spanduk) melalui tautan berikut: 👉 Klik Disini untuk Mengunduh

Admin Setda