- Admin Setda
- Read Time: 1 min
Grobogan, Rabu (15/1/2025) – Sekretaris Daerah (Sekda) Anang Armunanto memimpin rapat internal pegawai di lingkungan Sekretariat Daerah (Setda) yang berlangsung di Gedung Riptaloka. Agenda penting ini dihadiri oleh para staf ahli, Asisten Sekda, Kepala Bagian, hingga seluruh pegawai Setda.
Dalam arahannya, Sekda menekankan pentingnya mempertahankan capaian kinerja positif yang telah diraih. Salah satu pencapaian tersebut adalah penilaian kinerja perangkat daerah yang baik serta realisasi belanja tahun 2024 yang mencapai 93,70%. Selain mempertahankan capaian tersebut, Sekda juga mengajak seluruh pegawai untuk terus meningkatkan kualitas kerja di masa mendatang.
“Lebih dari sekadar pencapaian angka, kita harus mampu menjadi role model bagi perangkat daerah lainnya,” tegas Anang. Ia menambahkan bahwa hal ini dapat dimulai dari hal-hal sederhana seperti disiplin berpakaian yang mencerminkan profesionalisme, ketepatan waktu, hingga membangun kolaborasi yang solid antarpegawai.
Sekda juga mengingatkan pentingnya prinsip empan papan dalam setiap langkah yang diambil. Prinsip ini menekankan tindakan yang sesuai dengan tempat, waktu, dan situasi. Dalam era keterbukaan informasi, empan papan juga harus diterapkan dalam penggunaan media sosial.
“Setiap pegawai harus bijak dalam berkomunikasi di media sosial, menjaga integritas, dan menghormati norma yang berlaku. Sikap ini tidak hanya mencerminkan nilai personal tetapi juga citra positif Pemkab Grobogan,” tambahnya.
Melalui semangat Gumreget, Gumregah, Gumregut, Setda berkomitmen menjadi pelopor perubahan dengan langkah kecil yang memberikan dampak besar bagi kemajuan layanan publik. Dengan semangat ini, Sekda berharap Setda dapat terus memberikan kontribusi terbaik bagi masyarakat dan menjadi inspirasi bagi perangkat daerah lainnya.
Tegalsumur, Selasa (14/1/2025), Bupati Grobogan, Hj. Sri Sumarni, mendampingi Penjabat (Pj.) Gubernur Jawa Tengah, Nana Sudjana, dalam memimpin panen raya jagung di Desa Tegalsumur, Kecamatan Brati, Kabupaten Grobogan. Acara ini menjadi momentum penting dalam mendukung ketahanan pangan nasional.
Panen raya ini juga menjadi bagian dari implementasi program New Food Supply Chain, yang bertujuan memperpendek rantai distribusi komoditas. Program ini memberikan manfaat nyata, mulai dari kepastian harga bagi petani, jaminan pasokan bagi industri, hingga harga terjangkau bagi masyarakat. Hasil panen jagung langsung diserap oleh berbagai industri besar dengan nilai total mencapai Rp20,49 miliar.
BKK Si-Manis Mart diharapkan menjadi pusat belanja modern yang tetap mengedepankan kearifan lokal. Produk-produk yang dijual meliputi berbagai kebutuhan pokok hingga hasil kerajinan dan makanan khas daerah.