| Mon | Tue | Wed | Thu | Fri | Sat | Sun |
|---|---|---|---|---|---|---|
|
1
|
2
| |||||
|
3
|
4
|
5
|
6
|
7
|
8
|
9
|
|
10
|
11
|
12
|
13
|
14
|
15
|
16
|
|
17
|
18
|
19
|
20
|
21
|
22
|
23
|
|
24
|
25
|
26
|
27
|
28
|
29
|
30
|
|
31
| ||||||

Purwodadi— Apel pagi di halaman Sekretariat Daerah (Setda) Grobogan pada Senin (8/12/2025) menjadi ruang untuk menegaskan kembali tanggung jawab sosial Aparatur Sipil Negara (ASN). Dipimpin Asisten Pemerintahan dan Kesra Sekda, Kurnia Saniadi, kegiatan ini diikuti jajaran ASN Setda, Bappeda, BPPKAD, dan Satpol PP.
Dalam arahannya, Kurnia menggarisbawahi pentingnya solidaritas bagi warga yang saat ini terdampak banjir dan longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Ajakan tersebut sejalan dengan Surat Edaran Bupati Grobogan Nomor 400.9.7/24 Tahun 2025 yang ditandatangani pada 5 Desember 2025. Melalui edaran itu, perangkat daerah, instansi vertikal, BUMN/BUMD, pemerintah kecamatan dan desa, hingga pelaku usaha diminta menggalang donasi hingga 31 Desember 2025 melalui BAZNAS Grobogan.
Seruan ini disampaikan sebagai bagian dari tanggung jawab kemanusiaan yang perlu dihadirkan dalam keseharian aparatur. Kurnia menekankan bahwa bantuan sekecil apa pun dapat memberi arti bagi warga yang sedang menghadapi masa sulit.
Selain itu, apel digunakan untuk kembali menyampaikan program Gerakan Mengaji di Sekolah. Para ASN diajak mendukung pelaksanaannya dengan membiasakan mengaji di lingkungan keluarga. Menurut Kurnia, kontribusi terpenting adalah memberi contoh yang dekat dan mudah dilihat.
Apel ditutup dengan doa bersama. Dalam suasana sederhana itu, nilai-nilai kedisiplinan dan kepekaan sosial kembali ditegaskan sebagai bagian dari etika kerja ASN Grobogan. Sikap-sikap inilah yang diharapkan terus terpelihara dalam pelayanan publik, sehingga setiap kebijakan maupun tindakan kerja memiliki dampak yang nyata bagi masyarakat. (Jsa)
(Dok. Dinas Kesehatan)
Purwodadi— Di tengah upaya peningkatan kualitas hidup, prinsip kesehatan lingkungan selalu menjadi fondasi bagi kesejahteraan masyarakat. Prinsip ini kembali menegaskan relevansinya setelah Kabupaten Grobogan mencatatkan dua prestasi bergengsi di tingkat nasional di bidang sanitasi dan kesehatan lingkungan.
Pada Selasa (2/12/2025), Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Grobogan melalui Dinas Kesehatan menerima dua penghargaan dari Kementerian Kesehatan RI: predikat Kabupaten/Kota STBM (Sanitasi Total Berbasis Masyarakat) Kategori Madya serta Swasti Saba Padapa untuk Kabupaten/Kota Sehat.
Prestasi ini bukanlah capaian instan. Bagi Pemkab Grobogan, hasil ini adalah gambaran bahwa upaya panjang membangun perilaku hidup bersih—yang telah dimulai sejak tahun 2016, saat Kabupaten Grobogan berhasil meraih penghargaan ODF (Open Defecation Free)—benar-benar mulai mengakar di tengah masyarakat.
Capaian STBM Kategori Madya, misalnya, diberikan berdasarkan konsistensi daerah dalam menerapkan lima pilar sanitasi: berhenti buang air besar sembarangan, membiasakan cuci tangan pakai sabun, memastikan pengelolaan air minum dan makanan rumah tangga, serta meningkatkan pengelolaan sampah dan limbah cair. Peningkatan perilaku ini dinilai menjadi faktor penting, termasuk keberhasilan program jambanisasi yang memperbaiki akses sanitasi warga.
Sementara itu, predikat Swasti Saba Padapa—yang diraih untuk kedua kalinya setelah capaian tahun 2023—menegaskan bahwa berbagai tatanan penilaian telah berjalan secara berkelanjutan. Kedua penghargaan tersebut secara kolektif menandai konsistensi pelaksanaan lima pilar STBM dan sembilan tatanan Kabupaten/Kota Sehat yang selama ini dijaga bersama.
(Dok. Dinas Kesehatan)
Keberhasilan ini merupakan bukti kolaborasi lintas sektor. Ini terwujud berkat perubahan perilaku warga yang menjadi kunci keberhasilan. Perubahan mendasar, seperti menghentikan kebiasaan buang air besar sembarangan, membiasakan cuci tangan pakai sabun, serta mengelola sampah rumah tangga dengan lebih baik, menjadi faktor utama yang memperkuat pencapaian tersebut. Melalui capaian ini, pemerintah daerah melihat bahwa budaya hidup bersih tidak hanya terbentuk dari program, tetapi juga dari kepedulian masyarakat terhadap lingkungan terdekat mereka.
Peran pemerintah desa, tenaga kesehatan, dan unsur lintas sektor juga memberi sumbangan besar dalam menjaga berjalannya sembilan tatanan Kabupaten/Kota Sehat. Penghargaan ini menjadi pengingat bahwa perubahan kecil yang dilakukan setiap hari dapat membawa manfaat yang sangat luas bagi kualitas hidup Grobogan.
Pemkab Grobogan berkomitmen menjadikan penghargaan ini sebagai motivasi, dan akan terus melanjutkan langkah berkelanjutan di bidang kesehatan lingkungan. Hal ini termasuk integrasi edukasi, penguatan layanan, dan koordinasi antarinstansi. Komitmen ini diarahkan agar kualitas lingkungan dan kesehatan keluarga di Grobogan terus meningkat dan menjadi bagian penting dari pembangunan yang berpihak pada warga. Dengan semakin menguatnya kebiasaan hidup bersih, manfaatnya diharapkan dapat membentuk generasi yang lebih sehat dan daerah yang lebih tangguh untuk masa depan. (jsa)
Page 18 of 340
Hari Ini 1399
Kemarin 17229
Minggu Ini 34277
Bulan Ini 594780
Seluruh 2818928
Currently are 277 guests and no members online